Penyebab, Gejala, Penularan, Pencegahan Hingga Pengobatan Sifilis

Sifilis adalah salah satu jenis infeksi menular seksual (IMS), sifilis biasa disebut juga dengan penyakit raja singa. Tanpa penanganan, maka bisa terjadi komplikasi yang sangat serius. Jika penanganan tepat, maka pengobatan akan lebih efektif bahkan sembuh total.

gambar ilustrasi sifilis

Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Gejala sifilis biasanya diawali dengan munculnya luka di area kelamin, mulut, atau dubur.

Luka pada area kelamin yang menjadi salah satu gejala sifilis (sipilis) sering kali tidak terlihat dan juga tidak terasa sakit, sehingga sering tidak disadari oleh penderitanya. Meski demikian, pada tahap ini, infeksi sifilis sudah bisa ditularkan ke orang lain.

Jika Tanpa penanganan yang cepat dan juga tepat, sifilis dapat merusak organ otak, jantung, dan beberapa organ lain. Pada wanita hamil, infeksi juga sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kondisi janin tumbuh dengan tidak normal, bahkan bisa menyebapkan kematian bayi. Oleh sebap itu, semakin dini diagnosis dan pengobatannya, semakin tinggi ke efektipan pengobatan penyakit sifilis ini.

Penyebab Sifilis

Penyebab sifilis adalah bakteri Treponema pallidum yang menyebar dan menular melalui hubungan seksual,cairan tubuh dan darah dengan penderita sifilis.

Bakteri penyebab sifilis menyebar melalui melalui kontak fisik dengan luka yang ada di penderita dan juga melakukan hubungan seksual tampa pengaman. Melihat dari cara penularannya, sifilis sangat rentan tertular pada seseorang yang sering bergonta-ganti pasangan seksual.

Gejala Sifilis

Gejala sifilis atau penyakit raja singa digolongkan sesuai dengan tahap perkembangan penyakitnya. Tiap jenis sifilis memiliki gejala yang berbeda-beda. Berikut gejala penyakit Sifilis,

Ada lima gejala penyakit sifilis, yaitu:

1. Primer

Gejala pada kondisi ini umumnya muncul berupa luka dengan 10 sampai 90 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh penderita.

2. Sekunder

Gejala Sifilis sekunder terjadi setelah beberapa minggu luka menghilang, dengan timbul ruam yang terdapat di bagian tubuh, khususnya di telapak tangan dan kaki. Ditambah dengan penyakit flu,mudah lelah, sakit kepala, nyeri pada persendian dan demam. Segera tangani sifilis sekunder dengan tepat, agar infeksi tak berlanjut ke tahap yang lebih parah.

3. Laten

Sifilis laten umum nya terjadi tanpa gejala, tapi dalam 12 bulan pertama, infeksi masih bisa menulari. Jika tidak

segera ditangani, sifilis laten akan berubah menjadi sifilis tersier.

4. Tersier

Gejala Sifilis tersier merupakan gejala sifilis yang paling berbahaya. Gejala yang dialami akan sangat dipengaruhi oleh bagian tubuh mana yang dimasuki bakteri sifilis. Sifilis tersier berdampak terhadap mata, jantung, otak, pembuluh darah, tulang, persendian, dan juga hati. Gejala tresier dapat menyebabkan pengidap akan mengalami kebutaan, penyakit jantung dan juga stroke.

5. Kongenital Gejala sifilis kongenital terjadi kepada wanita hamil, maka janin penderita tersebut bisa juga tertular penyakit sifilis. Infeksi bisa ditularkan kepada janin jika seorang wanita hamil mengidap penyakit sifilis. Risiko tersebut bisa dicegah dengan mengobati infeksi sifilis sebelum masa kehamilanya mencapai 4 bulan. Jika penanganan dan pengobatan penderita terlambat, ibu hamil tersebut bisa terkena komplikasi. Komplikasinya antara lain berupa bayi lahir prematur, keguguran, bayi lahir dengan sifilis, dan kematian bayi setelah dilahirkan.

Cara Penularan Sifilis

Ketika seseorang melakukan kontak atau bersentuhan langsung dengan luka mengidap sifilis, bakteri akan sangat mudah berpindah dari pengidap ke orang tersebut. penularan atau perpindahan bakteri dari penderita bisa terjadi melalui beberapa cara berikut ini:

1. Kontak Seksual

Kontak seksual / Hubungan seksual menjadi jalur paling utama dan paling sering terjadi dalam kasus sifilis. Penularannya bisa terjadi melalui oral, vaginal, bahkan anal. Ketika seseorang pengidap sipilis memiliki luka pada organ intimnya dan melakukan hubungan seks tanpa menggunakan alat pengaman (kondom), bakteri akan sangat mudah berpindah ke pasangannya.

Beberapa hari setelah terjadi penularan , luka siflis akan mulai muncul pada anus, vagina skrotum, penis, bahkan hingga mulut. Tetapi biasanya orang-orang yang mengidap penyakit ini sering kali tidak menyadarinya. Kondisi ini akan mengakibatkan penyebaran yang lebih luas lagi, terutama pada penderita yang aktif secara seksual atau sering berganti pasangan.

2. Menggunakan Jarum Suntik yang Tidak Steril.

Selain kontak seksual, penularan sifilis bisa juga terjadi karena penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Ini artinya, orang-orang yang menggunakan obat terlarang secara suntikberisiko terserang penyakit ini, meski tidak melakukan hubungan seksual dengan pengidap sifilis.

3. Penularan dari Ibu Hamil ke Janin.

Ibu hamil yang mengidap sifilis, risiko penularan pada janin terbilang sangat tinggi. Perlu diketahui sifilis merupakan gangguan kesehatan yang sangat membahayakan bagi janin, karena akan meningkatkan risiko terjadinya gangguan tumbuh kembang dan kelahiran mati.

4. Kontak Langsung dengan Luka Terbuka

Waspadalah dengan luka terbuka pada pengidap sifilis, karena itu juga bisa menjadi cara penularan penyakit sifilis pada orang lain. Memang, penularan melalui cara ini terbilang jarang terjadi , tetapi bukan berarti kamu bisa mengabaikannya, terlebih jika kamu bekerja di rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya.

Bakteri penyebab sifilis bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh jika luka yang terbuka di tubuh bersentuhan langsung dengan lesi si pengidap sifilis. Perlu diingat pula bahwa sifilis tidak bisa menular melalui kontak biasa / sentuhan biasa, seperti berbagi makanan, berpegangan tangan atau berpelukan bersin dan batuk. Sifilis pun tidak menular jika kamu menggunakan kloset duduk atau benda yang sama dengan pengidap sifilis.

Diagnosis Sifilis.

Untuk mengetahui seseorang menderita sifilis, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan berupa tes darah dan pengambilan cairan luka si pasien. Tes darah bertujuan untuk mengetahui adanya antibodi untuk melawan infeksi, sementara pemeriksaan cairan luka bertujuan untuk mengetahui keberadaan bakteri Treponema pallidum bakteri penyebap Sifilis.

Pengobatan Sifilis

Pengobatan Penyakit siflis atau raja singa ini akan lebih efektif jika dilakukan ketika tahap awal infeksi. pengobatan biasanya dilakukan dengan antibiotik melalui pemberian suntikan dan dilakukan selama kurang lebih 14 hari. Selama masa pengobatan, penderita dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seks, sampai dokter memastikan infeksi sudah sembuh total.

Pencegahan Sifilis

Penularan penyakit sifilis dapat dicegah dengan perilaku seks yang aman, yaitu setia pada 1 pasangan seksual atau menggunakan alat pengaman (kondom). Selain itu, pemeriksaan atau skrining terhadap penyakit sifilis ini juga perlu dilakukan secara rutin pada orang-orang yang memiliki faktor risiko tinggi mengalami penyakit sifilis.

berikut Cara agar terhindar dari penyakit sifilis, yaitu:

  • Menghindari alkohol dan obat-obat terlarang
  • Memiliki satu pasangan tetap untuk melakukan hubungan seksual / setia dengan satu pasangan
  • Secara terbuka mendiskusikan riwayat penyakit kelamin yang dialami bersama pasangan.
  • Biasakan menggunakan kondom bila harus berhubungan seksual dengan orang yang tidak Sipilis atau raja singa adalah salah satu penyakit menular seksual yang menjadi momok menakutkan bagi banyak orang, baik pria maupun wanita.

Penyakit sifilis tidak dapat menular melalui:

  • Toilet yang telah digunakan oleh orang terinfeksi.
  • Bathtub yang telah digunakan oleh orang terinfeksi.
  • Pakaian atau peralatan makan.
  • Gagang pintu.
  • Kolam renang atau bak air panas.
  • Berpelukan
  • Bersin dan batuk
  • Berbagi makanan

Mengetahui lebih dini tentang penyebab sifilis penting supaya Anda dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat dan cepat.

Setelah mengetahui informasi di atas, jangan ragu untuk memeriksakan kesehatan reproduksi Anda secara rutin ke dokter bila anda berisiko mengalami penyakit tersebut.

0 Response to "Penyebab, Gejala, Penularan, Pencegahan Hingga Pengobatan Sifilis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel