Cidera Anterior Cruciate Ligaments (ACL)

Sering kita dengar banyak Atlet seperti pemain boal dan pemain basket yg cidera ACL dan terkadang pemain bola tesebut akan melakukan pengobatan dan pemulihan sampai berbulan bulan lama nya.

gambar Cidera Anterior Cruciate Ligaments (ACL)

Nah apa sebenar nya Cidera ACL, dan bagai mana cara penanganan nya

Definisi

Cedera anterior cruciate ligaments (ACL) Merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang terjadi pada ligamen cruciate anterior di lutut yang di akibatkan oleh meregang berlebihan atau bahkan robek.

Ligamen anterior cruciate ligaments (ACL) merupakan salah satu ligamen utama di bagian lutut manusia. Fungsi dari ACL sendiri iyalah menstabilkan gerakan tulang di sekitar lutu.

Cedera di ligamen ACL biasanya terjadi akibat adanya perubahan yang mendadak pada arah persendian di lutut yang mengakibatkan peregangan yg berlebihan bahkan sampai ACL mengalami robekan . Ketika cedera terjadi kemungkinan akan terdengar bunyi kecil yang diikuti dengan rasa nyeri yg hebat serta pembengkakan.

Seberapa mudah cedera (ACL)?

Cedera ACL merupakan salah satu jenis cedera yang sangat sering terjadi Umumnya kondisi ini sering terjadi pada atlet yang berpartisipasi dalam olahraga dengan intensitas tinggi, seperti sepak bola dan juga basket. Hampir sekitar 80% kasus cedera ACL terjadi pada atlet.

Selain itu, Cidera ACL banyak terjadi pada individu berjenis kelamin perempuan dibanding dengan laki-laki. Meskipun belum diketahui penyebab pastinya perempuan memiliki 2 hingga 4 kali lebih ber resiko mengalami cedera di lututnya dari pada laki-laki.

Kemungkinan perbedaan tersebut berkaitan dengan bentuk tubuh perempuan yang berbeda dengan laki-laki, minsal nya bentuk panggul perempuan yang lebih lebar, otot perempuan yang cenderung elastis, serta faktor hormonal yang salah satu memengaruhi elastisitas otot perempuan.

Tanda & gejala cedera anterior cruciate ligaments (ACL)

Tanda dan gejala cedera ACL yang paling umum adalah rasa nyeri, pembengkakan di lutut dan kehilangan keseimbangan, Berikut adalah gejala-gejalanya:

1. Terdengar suara keras saat cedera terjadi.

Saat cedera terjadi, Anda biasanya dapat mendengar suara keras dari lutut Anda yg cidera. Pada atlet olahraga yg intensitas tinggi seperti sepak bola, suara tersebut pun bahkan terkadang bisa terdengar oleh penonto.

Tetapi meskipun Anda tidak mendengar suara dari lutut, biasanya penderita dapat merasakan pergeseran pada sendi lutut yg cidera.

2. Lutut terasa tidak stabil.

Ligamen anterior yang terdapat di bagian lutut penting untuk menjaga keseimbangan dan kesetabilan sendi lutut. Ketika terjadi cedera sendi pada lutut akan menjadi tidak seimbang.

Kondisi ini biasanya menyebabkan tubuh kehilangan rentang gerak dan keseimbangan. Sendi pada lutut pun cenderung akan mengalami kerusakan.

3. Pembengkakan dan rasa sakit di bagian lutut

Sendi yang robek akan mengakibatkan terjadinya pembengkakan setelah beberapa menit atau jam kemudian. Hal ini disebabkan karena adanya pendarahan di dalam lutut.

Setelah itu, bengkak akan diikuti oleh rasa sakit parah sehingga penderita tidak bisa melanjutkan kegiatan. Namun, terkadang rasa sakit yang dirasakan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada seberapa parah cidera dan kerusakan yang terjadi di ligamen lutut.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang lain yg tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab cedera ACL

Cedera pada anterior cruciate ligaments biasanya terjadi saat sedang melakukan kegiatan atau olahraga berintensitas tinggi. Pada kasus yang lebih banyak terjadi, cedera biasanya muncul karena kegiatan yang melibatkan kontak fisik.

Selain itu juga biasanya cedera terjadi karena pergerakan tubuh yang salah. Sebagai contoh, Anda berhenti bergerak mendadak, berubah arah mendadak pada saat berlari, atau melompat dan mendarat dengan posisi yang salah..

Cedera ACL biasanya terjadi di barengi dengan cedera lainnya, misalnya terjadi bersama dengan robeknya bagian dari ligamen lutut lain nya dan tulang rawan yang berperan menyerap goncangan di lutut.

Jenis cedera seperti ini kebanyakan terjadi pada pesepak bola, pebasket, ski, dan olahraga lainnya yang memiliki banyak gerakan berat, melompat, dan berlari dengan arah berbelok-belok dan perubahan gerakan yang mendadak.

Faktor risiko cedera ACL

Cedera ACL adalah kondisi yang dapat terjadi pada siapa saja, tidak memandang golongan usia maupun kelompok ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.

Memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko tidak menjadi penentu Anda pasti akan mengalami kondisi ini. Ada pula kemungkinan kecil Anda dapat mengalami cedera pada lutut meskipun tidak memiliki satu pun faktor risiko.

Berikut ini adalah faktor-faktor risiko yang memicu terjadinya cedera pada ligamen atau sendi lutut:

1. Jenis kelamin

Perempuan memiliki peluang lebih besar untuk mengalami cedera pada ligamen lutut dibanding dengan laki-laki. Hal ini disebabkan karena tubuh wanita memiliki anatomi yang berbeda dengan laki-laki.

Bagian ujung tulang paha perempuan lebih sempit dibanding dengan tulang paha laki-laki. Ketika lutut digerakkan, ujung tulang paha yang sempit tersebut dapat menjepit dan melemahkan ligamen anterior lutut.

Selain itu, perempuan memiliki panggul yang lebih lebar dibanding laki-laki. Hal ini menyebabkan tulang paha dan tulang kering bertemu dalam sudut tertentu yang berbeda dengan laki-laki. Sudut ini menyebabkan ligamen lutut lebih rentan cedera, apabila melakukan gerakan berputar.

Faktor genetik pun diduga berperan dalam perbedaan anatomi laki-laki dan perempuan. Otot yang dimiliki perempuan cenderung lebih elastis dan memberikan perlindungan yang kurang pada ligamen lutut. Perubahan hormonal selama menstruasi berlangsung pun juga memengaruhi elastisitas tersebut.

2. Kegiatan olahraga tertentu

Apabila Anda merupakan atlet olahraga tertentu, terutama yang berintensitas tinggi seperti sepak bola, futsal, basket, ski, dan senam, Anda lebih rentan mengalami cedera pada bagian lutut Anda.

3. Tidak melakukan pemanasan dengan benar

Pemanasan sebelum memulai aktivitas berat adalah suatu hal yang wajib dilakukan. Jika Anda tidak melakukan pemanasan dengan tepat, atau malah tidak pemanasan sama sekali, risiko Anda untuk mengalami cedera ACL jauh lebih tinggi.

4. Penggunaan sepatu yang tidak sesuai

Penggunaan sepatu olahraga yang tepat juga memengaruhi bagaimana kualitas olahraga Anda. Apabila Anda memilih sepatu yang salah, Anda lebih rentan mengalami cedera karena sepatu yang Anda kenakan tidak dapat mendukung pergerakan tubuh Anda dengan sempurna.

5. Perlengkapan olahraga yang tidak memadai

Perlengkapan olahraga yang kurang layak juga dapat memperbesar peluang seseorang mengalami cedera saat berolahraga. Contohnya, seorang pemain ski yang tidak menggunakan perlengkapan yang layak dan tidak dipasang dengan benar.

6. Ligamen yang lemah

Beberapa orang mungkin terlahir dengan kondisi ligamen yang lemah. Hal ini menyebabkan tubuhnya lebih rentan mengalami cedera, terutama pada lutut.

Apa saja pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis cedera ACL? Untuk mendiagnosis cedera ACL , dokter akan memeriksa lutut Anda dengan cara manual dengan menggerakkan lutut Anda dengan berbagai posisi atau pun dengan alat medis untuk mengetahui seberapa parah cidera anda

Selain itu juga ada beberap tes yang akan dokter lakukan untuk mengetahui seberapa parah cidera anda, antara lain:

1. Tes Lachman

Tes Lachman dilakukan dengan cara memposisikan kaki pada sudut tertentu, Pertama, kaki Anda akan ditekuk 20-30 derajat , Setelah itu, salah satu tangan memegang paha sedangkan tangan lainnya menggerakan lutut ke depan, Dengan cara ini, dokter akan merasakan adanya robekan ACL atau tidak .

2. Tes USG

Tes ini dilakukan dengan cara menggunakan mesin USG untuk mengetahui gambaran lebih detail mengenai ligamen, sendi, jaringan lunak, dan tendon lutu anda.

3.Tes MRI

Tes MRI, alat ini menggunakan gelombang radio dan magnetik kuat untuk menghasilkan gambar, baik gambar jaringan lunak maupun jaringan keras di dalam lutut Anda.

Apa saja pilihan pengobatan cedera ACL?

Ketika Anda mengalami cedera ACL, Anda harus segera meminta pertolongan tim medis. Menurut Harvard Health Publishing, Anda dapat melakukan pertolongan pertama dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation). yaitu:

  • Rest / Istirahat: istirahatkan tubuh Anda sehingga lutut tidak terbebani.
  • Ice/ Es: gunakan es batu untuk mengompres bagian lutut Anda yang cidera selama 20 menit setiap 2 jam.
  • Compression / (tekanan): lilit bagian sekitar lutut Anda dengan perban.
  • Elevasi / pengangkatan, berbaring lah dan letakkan lutut Anda dengan ketinggian melebihi kepala Anda.
Dan Ingat juga untuk melakukan hal-hal berikut ini:
  • Jangan menggerak-gerakan kan lutut Anda jika Anda mengalami cedera serius.
  • Jangan melakukan Pijatan di bagian cidera
  • Jangan kembali bermain atau melakukan kegiatan lain.

Penanganan untuk robeknya ACL terdiri dari tindakan non bedah, bedah, dan rehabilitasi. Jenis penanganan yang dipilih tergantung pada kebutuhan individu pasien.

Berikut penanganan yang di lakukan untuk cidera ACL:

1. Non operasi

Pada dasarnya, ligamen lutut yang mengalami robekan tidak dapat sembuh tanpa operasi. Namun, tindakan non bedah dapat diberikan pada pasien yang sudah tua atau yang sangat jarang melakukan aktipitas berat.

Apabila kestabilan lutut secara keseluruhan tidak mengalami perubahan yang signifikan, dokter akan merekomendasikan jenis perawatan ini.

Bracing

Dokter akan menyarankan Anda untuk mengenakan brace / penyangga elastis untuk menjaga kestabilan lutut Anda.

Terapi fisik

Apabila pembengkakan sudah mereda, biasanya fisioterapi akan direkomendasikan oleh dokter, Dan Olahraga atau latihan fisik tertentu juga aka di anjurkan agar dapat mengembalikan fungsi lutut Anda, serta meluruskan otot-otot kaki yang mendukung pergerakan lutut.

2. Operasi

Dokter biasanya merekomendasikan operasi jika Anda adalah seorang atlet dan ingin melanjutkan aktifitas Anda yang berkaitan dengan olahraga tersebut, terutama olahraga berintensitas tinggi dank eras dengan gerakan melompat,berlari atau berputar.

Operasi juga sangat disarankan apabila terdapat lebih dari satu ligamen atau tulang rawan di lutut Anda yang cedera, Operasi juga dianjurkan untuk orang-orang yang masih muda dan aktif bergerak, Operasi dilakukan untuk merekonstruksi ACL.

3. Rehabilitasi

Rehabilitasi sangat penting untuk dilakukan, baik bagi yang menjalani prosedur operasi maupun tidak. Terapi rehabilitasi berperan dalam mengembalikan fungsi tubuh, terutama lutut yang mengalami cidera.

Pada dasar nya, orang yang menderita kondisi ini dan menjalani operasi memiliki kesempatan yang lebih besar untuk sembuh. Persentase untuk memiliki kaki yang kembali normal dan sehat adalah 92-95%.

Namun, dalam kasus yang sangat jarang terjadi, dengan persentase sekitar 8% pasien mengalami ketidakstabilan lutut secara permanen yang di akibatkan operasi yang gagal.

0 Response to "Cidera Anterior Cruciate Ligaments (ACL)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel