Pemecahan Masalah Dalam Pemberian ASI Pada Bayi

Banyak Sekali Masalah yang ditemui pada fase pemberian ASI ekslusif untuk bayi ditemui setiap orang tua. Setiap kendala yang ditemui oleh setiap orang tua kadangkala berlainan dengan kendala yang ditemui orang tua lainnya. Agar pemberian ASI tetap terlaksana perlu kiat-kiat agar dapat memcahkan masalah pemberian ASI tersebut.

Tak sedikit orang tua yang cemas karena menemui kendala pada saat pemberian ASI. Beberapa orang tua sangat takut bayinya tidak mendapatkan ASI yang cukup dan beberapa orang tua juga merasa sangat lelah menghadapi masalah pada saat pemberian ASI seperti anak tidak tidur sepanjang malam dan lain sebagainya.

Pemecahan Masalah Dalam Pemberian ASI Pada Bayi

Pemecahan masalah yang ditemui saat memberikan ASI ekslusif tentu harus dipahami oleh setiap orang tua agar sibayi mendapatkan asupan ASI yang cukup, untuk menunjang tumbuh kembangnya.

Pemecahan Masalah Dalam Memberikan ASI pada Bayi

MASALAH
SOLUSI
Bayi banyak menangis atau rewel
  • Sebaiknya ibu bahwa ini tidak selalu terkait dengan gangguan pemberian ASI.
  • Periksa popok bayi, mungkin basah
  • Gendong bayi, mungkin perlu perhatian
  • Susui bayi. Beberapa bayi membutuhkan lebih banyak minum daripada yang lainnya.

Bayi tidak tidur sepanjang malam
  • Merupakan proses alamiah, karena pada bayi muda perlu menyusu lebih sering.
  • Tidurkan bayi disamping ibu dan lebih sering disusui pada malam hari.
  • Jangan berikan makanan lain .

Bayi menolak untuk menyusu
  • Mungkin bayi bingung puting, karena sudah diberikan susu boto l.
  • Tetap berikan hanya ASI (tunggu sampai bayi betu-lbetul lapar).
  • Berikan perhatian dan kasih sayang
  • Pastikan bayi menyusu sampai air susu habis
  • Lihat tatalaksana dalam algoritma , kalau perlu di RUJUK .

Bayi Bingung puting
  • Jangan mudah mengganti ASI dengan susu formula tanpa indikasi medis yang tepa t.
  • Ibu harus memahami posisi dan cara melekat yang benar.
  • Kalau terpaksa memberikan susu formula, berikan dengan sendok, pipet, cangkir, jangan menggunakan botol dan dot.
  • Jangan berikan kempeng.

Bayi premature dan bayi kecil (BBLR)
  • Berikan ASI sesering mungkin walaupun waktu menyusuinya pende-pkendek.
  • Jika belum bisa menyusu, ASI dikeluarkan dengan tangan atau pompa. Berikan ASI dengan sendok atau cang kir.
  • Untuk merangsang mengisap, sentuh lang-itlangit bayi dengan jari ibu yang bersih .

Bayi Kuning
  • Mulai menyusui segera setelah bayi lahir
  • Susui bayi sesering mungkin tanpa dibatas i.

Bayi Sakit
  • Teruskan menyusui. Lihat tatalaksana dalam algoritma, kalau perlu RUJUK

Bayi Sumbing
  • Posisi bayi duduk.
  • Puting dan areola dipegang selagi menyusui, hal ini sangat membantu bayi mendapatkan ASI cuku p. Ibu jari ibu dapat dipakai sebagai penyumbat celah pada bibir ba yi
  • Jika sumbing pada bibir dan langi-tlangit. ASI dikeluarkan dengan cara manual ataupun pompa, kemudian diberikan denga n
  • sendok/ pipet atau botol dengan dot panjang sehingga ASI dapat masuk dengan sempurna. Dengan cara ini bayi akan belajar mengisap dan menelan ASI, menyesuaikan dengan irama pernapasanny a.

Bayi Kembar
  • Posisi yang mudah adalah posisi memegang bola (football positio n)
  • Paling baik kedua bayi disusui secara bersamaan .
  • Susui lebih sering selama waktu yang diinginkan masin-gmasing bayi, umumnya > 20 menit .

Ibu kawatir bahwa ASI nya tidak cukup untuk bayi (sindrom ASI kurang)
  • Ibu harus mengerti bahwa semakin sering menyusui, semakin banyak air susu yang diproduksi.
  • Susui bayi setiap minta. Jangan biarkan lebih dari 2 jam tanpa menyusui. Biarkan bayi menyusu sampai payudara terasa kosong. Berikan ASI d ari kedua payudara.
  • Hindari pemberian makanan atau minuman sela in ASI.

Ibu mengatakan bahwa air susunya tidak keluar.
  • Pahami cara memproduksi dan mengeluark an ASI
  • Susui sesuai keinginan bayi dan lebih sering. Jangan biarkan lebih dari 2 jam tanpa m enyusui.

Ibu mengeluhkan puting susunya terasa sakit (Puting susu lecet)
  • Ibu dapat terus memberikan ASI, pada keadaan luka tidak begitu sakit.
  • Perbaiki posisi dan perlekatan. Olesi puting susu dengan ASI. Mulai menyusui dari puting yang paling tidak lecet
  • Puting susu dapat diistirahatkan sementara waktu kurang lebih 1 x 24 jam jika puting lecet sangat berat. Selama putting diistirahatkan, sebaiknya ASI tetap dikeluarkan dengan tangan, tidak dianjurkan dengan alat pompa karena nyeri.
  • Berikan Parasetamol 1 tablet tiap 4-6 jam untuk menghilangkan nyeri. Gunakan BH yang menyokong payudara.
  • Jika ada luka/ bercak putih pada puting susu, segera hubungi bidan.

Ibu mengeluh payudaranya terlalu penuh dan terasa sakit (Payudara bengkak).
  • Usahakan menyusui sampai payudara kosong
  • Kompres payudara dengan air hangat selama 5 menit. Urut payudara dari arah pangkal menuju puting.
  • Bantu ibu untuk memerah ASI sebelum menyusui kembali.
  • Susui bayi sesegera mungkin (setiap 2-3 jam) setelah payudara ibu terasa lebih lembut. Apabila bayi tidak dapat menyusu, keluarkan ASI dan minumkan kepada bayi. Kompres payudara dengan kain dingin setelah menyusui. Keringkan payudara.
  • Jika masih sakit perlu dicek apakah terjadi mastitis.

Mastitis dan abses payudara
  • Konsumsi antibiotik
  • Konsumsi obat penghilang rasa nyeri
  • Kompres hangat.
  • Tetap berikan ASI dengan posisi yang benar sehingga bayi dapat mengisap dengan baik.
  • Jika telah terjadi abses, sebaiknya payudara yang sakit tidak disusukan

Ibu sakit dan tidak mau menyusui bayinya
  • Pahami bahwa ibu yang minum obat dapat tetap menyusui bayinya. Susui bayi terlebih dahulu, baru minum obat.
  • Tidurkan bayi di samping ibu dan motivasi ibu supaya tetap menyusui bayi.
  • Ibu jangan minum obat tanpa sepengetahuan dokter/ bidan, karena mungkin dapat membahayakan bayi.

Ibu bekerja
  • Susui bayi pagi hari sebelum berangkat kerja, segera setelah pulang kerumah dan lebih sering pada malam hari.
  • Jika ada Tempat Penitipan Bayi di tempat bekerja, susui bayi sesuai jadwal. Jika tidak ada, perah ASI di tempat bekerja.
  • ASI perah disimpan untuk dibawa pulang, atau dikirim ke rumah.
  • Pastikan pengasuh memberikan ASI perah / susu formula memakai cangkir atau sendok


Itulah Beberapa pemecahan masalaj dalam meberikan ASI pada bayi yang telah rangkum dari sumber yang terpercaya, Silahkan diaplikasikan jika memang mengalami masalah seperti yang telah kami sebutkan diatas. Terima Kasih.

0 Response to "Pemecahan Masalah Dalam Pemberian ASI Pada Bayi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel