Hamil di luar Kandungan (Ektopik) : Penyebab, Gejala, Komplikasi dan Cara Pencegahannya

Kehamilan merupakan suatu proses yang di mulai dari pertemuan sperma dan sel telur (pembuahan), kemudian Sel Telur akan menjadi bakal janin (Ovum), Kemudian menempel di dinding rahim.

gambar kehamilan diluar kandungan

Tetapi, Terkadang "Sel Telur yang telah di buahi bisa menempel atau tertanam di luar Rahim, Seperti di indung Telur, Tuba Falopi, Leher Rahim bahkan di Rongga perut. Kondisi inilah yang di namakan Hamil di luar kandungan atau kehamilan Ektopik".

Kondisi ini bisa terjadi karena adanya penyempitan tuba falopi, Sehingga bakal janin tertahan dan berkembang di Tuba Falopi. Yang berisiko besar mengalami kondisi ini ialah wanita yang pernah mengalami kondisi seperti ini.

Agar tidak membahayakan, Kondisi seperti ini harus segera di hentikan dengan cara minum obat dan operasi. Selain itu, berikut ini Penyebab atau kondisi medis yang mempengaruhi terjadinya Kehamilan di luar kandungan :

Penyebab Ektopik

  • Hamil Terlalu Tua, atau umur 35 ke atas
  • Adanya Penyakit menular Seksual
  • Merokok / Perokok Berat
  • Radang Panggul
  • Riwayat Aborsi
  • Riwayat operasi panggul atau rongga perut
  • Pengobatan untuk memperbaiki kesuburan
  • Efek Samping Penggunaan IUD.

Gejala Kehamilan Ektopik

Sebagian wanita merasakan gejalanya, Pada Kandungan baru berusia 4 – 12 minggu. Namun tidak sedikit pula yang tidak merakan apa – apa.

Gejala yang perlu kalian perhatikan antara lain sebagai berikut :

  • Nyeri Perut di Bagian Bawah
  • Pendarahan Ringan di Vagina
  • Ketika BAB Anus terasa Sakit
  • Ketika BAK terasa tidak nyaman

Kehamilan di Luar Kandungan sangat berbahaya bagi kesehatan, Berikut berbagai Komplikasi dan Dampaknya :

1. Pecahnya Tuba Falopi

Kehamilan Ektopi memiliki resiko Tuba Falopi pecah yang terjadi secara tiba – tiba, dan disertai dengan gejala seperti Berikut :

  • Nyeri perut di sertai Pendarahan hebat dari vagina
  • Pusing atau sakit kepala berat
  • Nyeri Bahu
  • Pucat dan lemas
  • Mata berkunang – kunang
  • Kaki dan tangan terasa dingin
  • Detak Jantung Cepat
  • Pingsan

Jika kalian mengalami gejala di atas yang terutama pendarahan hebat segera minta bawa ke rumah sakit.

2. Risiko Kehamilan Ektopi berulang

Kalian sangat di anjurkan untuk waspada, terlebih lagi kalau kalian pernah mengalaminya, Karena Risikonya cukup tinggi untuk terulang kembali hamil diluar kandungan.

3. Menurunkan Tingkat Kesuburan

Untuk kalian yang pernah mengalami hamil di luar kandungan, 60% kalian masih bisa hamil apabila salah satu Tuba Falopi kalian dalam kondisi baik.

Namun jika kalian mengalaminya berulang kali maka akan menyebabkan tuba falopi tidak berfungsi dengan baik, hal akan mempengaruhi tingkat kesuburan dan meningkatkan risiko infertilitas pada wanita.

4. Stres dan Depresi

Sungguh sangat menakutkan bagi wanita kalau mengalami kehamilan di luar kandungan, tidak jarang kondisi seperti ini akan membuat wanita Trauma dan enggan untuk hamil lagi. Bahkan Stres memikirkan masalah kesuburannya nanti.

Perlu kalian tahu bahwa sebagian besar mereka yang mengalami hamil diluar kandungan masih bisa untuk hamil kembali. Kehamilan Ektopik memang tidak sepenuhnya dapat di cegah, namun kondisi seperti ini dapat di deteksi sejak dini, dengan rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang meliputi tes darah dan USG Trans vaginal dalam menentukan kondisi kehamilan kalian apakah hamil di luar kandungan atau tidak.

Pengobatan kehamilan Ektopki Meliputi :

1. Suntik Methorexat

Dengan suntikan ini kehamilan ektopik akan dapat di atasi, dengan cara menghentikan bahkan menghancurkan sel ektopik yang sudah terbentuk. Kadarnya akan menurun setelah pemberian suntik yang akan di pantau oleh dokter melalui darah selama 2-3 hari, Menurunnya kadar HCG menandakan bahwa keamilan sudah tidak lagi berkembang.

2. Operasi laparoskopi

Untuk meningkatkan peluang hamil di kemudian hari, biasanya seorang dokter hanya akan memperbaiki jaringan ektopik. Namun, apabila jaringannya tidak dapat di perbaiki lagi, maka dokter akan melakukan operasi lubang kunci atau Laparaskopi, Melalui prosedur ini dokter akan mengangkat jaringan ektopik dan tempatnya menempel.

3. Operasi Laparatomi

Dalam tindakan ini dokter akan membuat sayatan besar di area perut, sebagai jalan untuk mengangkat jaringan ektopik dan tuba falopi. Nah, untuk pencegahan kehamilan di luar kandungan sepertinya tidak bisa untuk dicegah, Namun kita bisa menurunkan risikonya dengan.

  • Menghindari sek bebas yang berisiko misalnya gonta ganti pasangan
  • Tidak merokok
  • Ibu hamil juga harus periksakan kandungan secara rutin.

Demikian penjelasan tentang kehamilan di luar kandungan, semoga bermanfaat dan kita semua terhindar dari penyakit ini. Aamiin.

0 Response to "Hamil di luar Kandungan (Ektopik) : Penyebab, Gejala, Komplikasi dan Cara Pencegahannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel