Alat Kontrasepsi Dalam Rahim [IUD], Cara Pemasangan Hingga Kelemahan Dan Kelebihannya

Tidak semua alat Kontrasepsi memerlukan tindakan pembedahan, seperti IUD yang tindakannya hanya memasang kan alat berbentuk “T” ke dalam rahim yang bertujuan untuk mencegah sperma membuahi sel telur.

gambar alat kandungan dalam rahim

Namun jika seumpama pembuahan tetap terjadi, Kontrasepsi ini dapat mencegah sel telur yang telah di buahi mencapai rahim. Sehingga kehamilan pun tidak terjadi.

IUD atau AKDR merupakan salah satu kontrasepsi jangka panjang, jadi sangat tepat di pakai oleh wanita yang ingin menunda dulu kehamilan.

Cara pemasangan AKDR (IUD)

Pertama – tama menyiapkan ruangan, alat dan sebagainya kemudian tenaga medis akan menyarankan kita meminum obat pereda nyeri seperti Ibufropen dan mereka menganjurkan kita untuk tes kehamilan.

Sebelum melakukan pemasangan biasanya seorang dokter, bidan atau perawat akan mengukur kedalaman rahim (>6cm) apabila kurang dari itu maka tidak boleh dipasang, kemudian mengetahui arah kanal serviks dan rahim kira menggunakan sound uterine. Disini tenaga medis juga bisa meminta beberapa jenis pengujian agar terhindar dari infeksi panggul dan infeksi menular seksual.

Setelah tenaga medis mengetahui kedalaman rahim, sound uterine akan di cabut.

Kemudian tenaga medis akan menyiapkan IUD yang bagian lengannya telah di bengkokkan.

Kemudian memasangnya melalui celah vagina yang telah di pasang speculum, setelah IUD terpasang dokter akan mengembalikan IUD yang telah di bengkokkan tadi ke posisi semula “T”, Setelah itu speculum akan di cabut.

Nah yang tertinggal di dalam rahim hanya IUD atau KB spiral yang di lengkapi dengan benang halus yang telah di potong dan di sisakan sekita 1 – 2 inci saja, guna untuk mempermudah pemeriksaan dan pelepasan.

Sebenarnya pemasangan IUD atau AKDR tidaklah serumit yg kita bayangkan, namun perlu pelatihan terlebih dahulu, ingat jangan asal pasang untuk kalian yang belum mendapat pelatihan khusus atau tidak di dampingi oleh ahlinya.

Berikut ini kelebihan dan kelemahan AKDR

Kelebihan :

a. Aman di gunakan.

b. Sangat efektif

c. Dapat di gunakan jangka panjang.

d. Cocok untuk ibu menyusui

e. Setelah IUD di angkat, kesuburan akan segera kembali.

f. Tidak ada yang perlu di ingat setelah pemasangan.

g. Murah apabila konsultasi dengan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).

Kelemahan :

a. Harus melalui pemeriksaan Dalam

b. Tidak dapat di cabut sendiri

c. Bertambah darah haid dan rasa sakit beberapa bulan pertama (Individualis)

d. Risiko bergeser atau keluar dari tempatnya.

e. Tidak melindungi dari Infeksi Menular Seksual (IMS)

Biasanya setelah pemasangan kalian akan merasakan tidak nyaman di area perut, namun kalian tidak perlu risau, karena itu akan bersifat sementara.

Penulis : Rusdi

0 Response to "Alat Kontrasepsi Dalam Rahim [IUD], Cara Pemasangan Hingga Kelemahan Dan Kelebihannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel