Skala Rasio Beserta Contohnya
Secara umum terdapat 4 jenis, Akan tetapi bahasan kali ini kami akan fokuskan pada skala rasio saja.
Skala pengukuran adalah kesepakatan untuk menentukan panjang pendek interval pada alat ukur, baik digunakan untuk dijadikan sebagai acuan ataupun sebagai tolak ukur untuk memperoleh data.
Data adalah kumpulan informasi atau fakta yang belum diolah, biasanya berbentuk simbol, angka, kata-kata, citra atau lain sebagainya yang didapat dari hasil pengamatan atau sumber-sumber tertentu. Di era modern saat ini, data diibaratkan seperti tumpukan harta karun yang harganya semahal emas. Pentingnya sebuah data memicu banyak perusahaan mulai mencari tenaga ahli di bidang data sehingga lowongan profesional di bidang data semakin meningkat. Fenomena ini menyebabkan banyak orang mulai tertarik dan belajar data, salah satunya dengan mulai mengikuti kursus belajar data.
Data rasio adalah sebagai data dalam penelitian kuantitatif yang memiliki karakteristik yang sama dengan data interval, dengan rasio yang sama dan pasti antara setiap data dan “nol” absolut diperlakukan sebagai titik asal. Dengan kata lain, tidak ada nilai numerik negatif dalam data rasio. Dalam hal ini tentusaja skala rasio mengakomodasi karakteristik tiga skala pengukuran variabel lainnya, yaitu pelabelan variabel, signifikansi urutan variabel, dan selisih yang dapat dihitung antar variabel (yang biasanya berjarak sama).
Skala rasio adalah skala pengukuran data dalam penelitian yang lebih sering digunakan untuk membedakan, mengurutkan dan membandingkan data. Skala rasio adalah skala paling tinggi dibandingkana tiga jenis skala yang sudah disebutkan sebelumnya. Selain itu, kata rasio juga dapat diartikan sebagai perbandingan antar dua nilai yang memiliki makna serupa. Oleh karena itu dapat diambilkan contoh misalnya: skala yang mengukur panjang, berat, kecepatan, dan waktu yang besarannya dapat digunakan sebagai data dalam skala rasio.
Pada skala rasio, terdapat semua karakteristik skala nominal,ordinal dan skala interval ditambah dengan sifat adanya nilai nol yang bersifat mutlak. Ciri angka nol mutlak ini yang hanya dimiliki oleh skala rasio, sedangkan skala lain seperti nominal, ordinal, dan interval tidak memilikinya. Ciri ini merupakan perbedaan yang paling mencolok, sebab dengan adanya nilai nol mutlak maka menjadikan operasi aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian dapat dijalankan.
Contoh
Contoh pertama, misal tinggi badan Agung adalah 190 cm sedangkan tinggi badan Vatinson adalah 95 cm. Pada situasi ini dapat dikatakan bahwa jarak tinggi badan Vatinson dengan Agung adalah 95 cm. Bisa juga dikatakan bahwa tinggi badan Agung 2 kali tinggi badan Vatinson.
Contoh kedua, misalkan nilai ujian matematika Tono adalah 50, sedangkan nilai Toni adalah 100. Ukuran rasionya dapat dinyatakan bahwa nilai Toni adalah 2 kali nilai Tono.
Demikian penjelasan kami kali ini, Semoga apa yang ingin kami sampaikan bisa di fahami dan menambah wawasan pembaca. Terima kasih.

0 Response to "Skala Rasio Beserta Contohnya"
Post a Comment