7 Jenis Vaksin Covid 19 Yang Akan Digunakan Di Indonesia Guna Sukseskan Program Vaksinasi Dari Pemerintah
Pembaca, Sebagaimana kita ketahui vaksinasi covid 19 di Indonesia tengah digalakkan mulai dari akhir tahun 2020 kemaren hingga saat ini. Salah satu program nya adalah vaksin gotong royong.
Vaksinasi gotong royong merupakan pelaksanaan vaksinasi kepada karyawan/karyawati dan individu lain dalam keluarga yang pendanaannya dibebankan pada badan hukum atau badan usaha. Penerima vaksin tidak dipungut biaya atau gratis, sebab pembiayaan vaksin Covid-19 ini ditanggung oleh perusahaan.
Kita sebagai warga negara Indonesia yang baik, sangat terpuji sekali jika ikut mensukseskan vaksinasi covid 19 ditanah air kita tercinta ini.
Salah satu cara nya adalah dengan antusiasme divaksin agar meminimimalisir potensi tertularnya virus ini. Namun tentu saja kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku (5M).
Akan tetapi, sebaiknya fahami dulu 7 vaksin yang akan di pakai di Indonesia. Mulai dari mana vaksin berasal, cara penggunaannya bagimana, efek sampingnya apa hingga mencapai berapa persen defikasi (tingkat keberhasilan).
1. "Vaksin Sinopharm"
Vaksin ini adalah salah satu vaksin yang dikembangkan oleh Beijing BioInstitute Biological Product. Salah satu jenis vaksin yang digunakan pada tahap awal program vaksin gotong royong dilaksanakan.
Jenis vaksin ini dikembangkan dengan teknologi inactivated vaccine yakni dengan melemahkan virus corona SARS-CoV-2, sehingga tubuh akan mengekspos kekebalan terhadap virus tanpa menmbulkan respon penyakit serius.
Cara penggunaannya ialah dengan 2 kali suntikan, dimana Suntikan dosis pertama dan kedua jedanya disarankan antara tiga hingga empat minggu dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin Sinopharm untuk orang dewasa di atas 18 tahun.
Efikasi vaksin Sinopharm, menurut Kepala BPOM Penny K Lukito, berdasarkan uji klinik yang dilakukan di Uni Emirat Arab, vaksin tersebut memiliki kemanjuran 78 persen.
Efek samping vaksin yang umum dari penggunaan vaksin Covid-19 tersebut antara lain bersifat ringan, seperti bengkak, kemerahan, sakit kepala, diare, nyeri otor atau batuk.
2. "Vaksin Cansino"
Vaksin CanSino adalah vaksin pertama yang mengantongi hak paten oleh pemerintah China pada 11Agustus 2020 lalu. Vaksin Covid-19 buatan China ini, dibuat oleh CanSino Biologics.
Vaksin CanSino adalah vaksin vektor yang memuat antigen dari virus corona ada patogen penyebab flu yang tidak berbahaya yang disebut adenovirus. Vaksin China tersebut tak hanya digunakan di Indonesia, tetapi juga disetujui di China, Pakistan, Hongaria dan Meksiko.
Cara penggunaan vaksin cansino ialah dengan suntikan intra muskuler (IM) satu suntikan atau satu dosis saja, dan dapat memberikan perlindungan atau efikasi vaksin sebesar 65-69 persen.
Kendati efektif 68,83 persen mencegah Covid-19, namun peneliti vaksin di CanSinoBio menyarankan agar suntikan penguat dapat diberikan enam bulan kemudian.
Suntikan penguat enam bulan kemudian menyebabkan tujuh kali hingga 10 kali lipat dalam meningkatkan antibodi penawar, jadi kami berharap bisa mencapai lebih dari 90 persen," Zhu Tao, kepala petugas ilmiah CanSinoBIO.
Beberapa efek samping yang mungkin muncul setelah vaksinasi adalah: Kemerahan, bengkak, atau nyeri pada area yang disuntik, Demam, Lemas, Mual, Nyeri otot, Sakit kepala.
3. "Vaksin Moderna"
Vaksin Moderna adalah vaksin Covid-19 yang dikembangkan Moderna Inc, Amerika Serikat, dan menggunakan teknologi pengembangan vaksin terbaru, yakni berbasis messenger RNA atau mRNA. Teknologi vaksin yang sama dengan yang digunakan Pfizer dan BioNTech. Vaksin Covid-19 ini telah digunakan di Amerika Serikat dan sejumlah negara lain di Eropa dan Asia.
Vaksin Moderna berisi materi genetik mRNA yang telah diinstruksikan untuk membangun protein spike virus corona, SARS-CoV-2 yakni virus penyebab Covid-19. Vaksin mRNA-1273 ini akan menginduksi sel manusia untuk membuat protein tersebut dan sistem kekebalan selanjutnya akan membuat antibodi untuk menempel pada protein spike. Stimulasi antibodi dari vaksin mRNA tersebut, bertugas untuk mencegah virus corona yang asli menginfeksi sel sehat pada tubuh di masa yang akan datang.
Cara Penggunaan vaksin moderna adalah diberikan dengan suntikan intra muscular dengan 2 kali suntikan atu 2 dosis dengan jarak antara suntikan adalah 28 hari atau empat minggu.
Vaksin Moderna berisi materi genetik mRNA yang telah diinstruksikan untuk membangun protein spike virus corona, SARS-CoV-2 yakni virus penyebab Covid-19. Vaksin mRNA-1273 ini akan menginduksi sel manusia untuk membuat protein tersebut dan sistem kekebalan selanjutnya akan membuat antibodi untuk menempel pada protein spike. Stimulasi antibodi dari vaksin mRNA tersebut, bertugas untuk mencegah virus corona yang asli menginfeksi sel sehat pada tubuh di masa yang akan datang. Dengan Efikasi vaksin moderna adalah antara 86,4 - 94,1%.
Beberapa efek samping vaksin Moderna dalam data uji klinis fase 3 : Kelelahan (70 persen) Sakit kepala (64,7 persen) Nyeri otot (61,5 persen) Nyeri sendi (46,4 persen) Kedinginan (45,4 persen) Mual dan muntah (23 persen) Demam (15,5 persen).
4. "Vaksin Astrazeneca".
Vaksin ini dikembangkan para peneliti di University of Oxford dan AstraZeneca dari Inggris, disebut memberikan manfaat dalam melindungi dari infeksi virus corona. Vaksin ini disebut-sebut mampu memberikan perlindungan terhadap serangan Virus covid 19 jenis delta dan kappa.
Laporan pembekuan darah setelah vaksin ini disuntikkan, banyak disampaikan sejumlah negara. Beberapa negara pun menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Vaksin ini dikembangkan berbasis vektor adenovirus simpanse.
Virus yang biasa menginfeksi simpanse, dimodifikasi secara genetik untuk menghindari kemungkinan infeksi parah terhadap manusia. Vaksin vektor adenovirus telah dikembangkan sejak lama, khususnya untuk melawan malaria, HIV dan Ebola.
Cara pemberian vaksin astrazeneca diberikan melalui injeksi intra muskuler (IM) dengan dua kali suntikan atau 2 dosis. Denga jarak antara 3 minggu hingga 4 minggu
Beberapa efek samping yang mungkin muncul setelah vaksinasi adalah: Kemerahan, bengkak, atau nyeri pada area yang disuntik, Demam, Lemas, Mual, Nyeri otot, Sakit kepala.
5 "Vaksin Sinovac"
Inactivated vaccine yang dikembangkan Sinovac adalah vaksin Covid-19 pertama yang digunakan di Indonesia. Vaksin ini dibuat dari partikel virus corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2 yang dimatikan.
Selanjutnya, vaksin ini akan memicu sistem kekebalan tubuh terhadap virus corona, tanpa menimbulkan respons penyakit yang serius.
Metode inactivated virus, bukanlah teknologi baru dalam pengembangan vaksin. Sebab, metode ini juga sering digunakan dalam pengembangan vaksin lain, seperti vaksin polio dan flu.
Sementara kemanjuran vaksin yang disebut CoronaVac ini, berdasarkan uji klinis fase 3 di Indonesia menunjukkan efikasi vaksin Covid-19 sebesar 65,3 persen.
6. "Vaksin Novavax"
vaksin yang diproduksi oleh Novavax memiliki nama sandi NVX-CoV2373 atau disebut juga SARS-CoV-2 rS (recombinant spike) yang menggunakan bahan tambahan Matrix-M1.
Saat disuntikkan ke dalam tubuh vaksin Novavax membuat virus tidak bisa memasuki sel, dan infeksinya akan diblokir. Selain itu, vaksin ini juga akan memicu perlindungan lain dengan cara menghancurkan sel yang terlanjur terinfeksi.
Jadi, ketika virus corona menyerang, sel pembawa antigen akan mengaktifkan sel kekebalan yang disebut sel T pembunuh. Dengan demikian, tubuh dapat mengenali sel yang terinfeksi virus corona dan menghancurkannya sebelum mereka bereproduksi dan menghasilkan virus baru.
Cara pemberian vaksin ini dilakukan dengan injeksi intra musculur (IM) dengan 2 kali suntikan atau 2 dosis dengan jaraknya sekitar 3 minggu sampai 4 minggu
Tingkat efikasi vaksin novavax ini di klaim bisa memberikan perlindungan sebesar 89,4 - 96,4 persen.
Adapun beberapa efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh vaksin novavax ini adalah Kemerahan, bengkak, atau nyeri pada area yang disuntik, Demam, Lemas, Mual, Nyeri otot, Sakit kepala.
7. "Vaksin covid 19 PT Bio farma"
Vaksin produksi Bio Farma ini diberi nama vaksin COVID-19 dengan nomer EUA 2102907543A1, Adapun mutu, khasiat, dan keamanan vaksin Corona dipastikan Penny selaku kepala BPOM sudah sesuai sesuai dengan izin EUA yang lebih dulu diberikan. Vaksin Corona ini juga perlu disimpan dalam suhu 2 hingga 8 derajat Celcius.
Vaksin ini mempunyai bentuk persediaan vial 5 ml berisi 10 dosis vaksin per vial yang merupakan vaksin dari virus yang diinaktivasi, dikemas dalam 10 vial, stabil disimpan dalam suhu 2 hingga 8 derajat Celcius,.
Setiap vial juga dilengkapi barcode. Selain itu, Penny menegaskan pemantauan akan terus mengawal mutu vaksin Corona pada distribusi hingga tahap vaksinasi.
Baiklah, itusaja informasi mengenai 7 macam vaksin covid 19 yang akan digunakan Indonesia negara kita tercinta. Untuk melawan penyebaran covid 19 yang semakin bertambah hingga saat ini. Semoga ada manfaatnya dan Salam sehat.







0 Response to "7 Jenis Vaksin Covid 19 Yang Akan Digunakan Di Indonesia Guna Sukseskan Program Vaksinasi Dari Pemerintah"
Post a Comment