Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Deases Pdf Terbaru Revisi Ke 3

Salah satu masalah besar yang sedang dihadapi dunia saat ini adalah pandemi coronavirus yang mana penyebarannya sangat cepat dihampir seluruh negara.

Menurut rangkuman info terkini dari WHO, UNICEF dan IFRC tentang covid-19 per tanggal 16 Maret 2020 tercatat dari situs Kementerian Kesehatan: 153 ribu kasus terkonfirmasi di global, dengan 81 ribu kasus di Cina dan 67 ribunya SEMBUH (83,6%).

Di Indonesia sendiri, dari 1.138 orang diperiksa, 117 kasus positif (covid-19), 8 orang sembuh, 5 orang meninggal, 1.011 kasus negatif, 10 dalam proses pemeriksaan (Per tanggal 16 Maret 2020, jumlah orang yang diperiksa HANYA data orang yang memenuhi kriteria PDP/ODP/kontak sehingga terjadi pengurangan data jumlah orang yang diperiksa dan jumlah kasus negatif).

Untuk mencegah penularan dan memutus mata rantai penyebaran virus ini di Indonesia, pemerintah terus melakukan berbagai cara. Salah satunya ialah menerbitkan pedoman pencegahan pengendalian coronavirus deases (covid 19) yang terus direvisi mengikuti perkembangan situasi global dan hasil kesepakatan pertemuan Review Pedoman Kesiapsiagaan.

pedoman pencegahan dan pengendalian coronavirus

Coronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Adapun, hewan yang menjadi sumber penularan COVID-19 ini sampai saat ini masih belum diketahui.

Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Tanda-tanda dan gejala klinis yang dilaporkan pada sebagian besar kasus adalah demam, dengan beberapa kasus mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru.

Penambahan jumlah kasus COVID-19 berlangsung cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran antar negara. Sampai dengan 3 Maret 2020, secara global dilaporkan 90.870 kasus konfimasi di 72 negara dengan 3.112 kematian (CFR 3,4%). Rincian negara dan jumlah kasus sebagai berikut: Republik Korea (4.812 kasus, 28 kematian), Jepang (268 kasus, 6 kematian), Singapura (108 kematian), Australia (33 kasus, 1 kematian), Malaysia (29 kasus), Viet Nam (16 kasus), Filipina (3 kasus, 1 kematian), New Zealand (2 kasus), Kamboja (1 kasus), Italia (2.036 kasus, 52 kematian), Perancis (191 kasus, 3 kematian), Jerman (157 kasus), Spanyol (114 kasus), United Kingdom (39 kasus), Swiss (30 kasus), Norwegia (25 kasus), Austria (18 kasus), Belanda (18 kasus), Swedia (15 kasus), Israel (10 kasus), Kroasia (9 kasus), Islandia (9 kasus), San Marino (8 kasus), Belgia (8 kasus), Finlandia (7 kasus), Yunani (7 kasus),Denmark (5 kasus), Azerbaijan (3 kasus), Republik Ceko (3 kasus), Georgia (3 kasus), Romania (3 kasus), Rusia (3 kasus), Portugal (2 kasus), Andorra (1 kasus), Armenia (1 kasus), Belarus (1 kasus), Estonia (1 kasus), Irlandia (1 kasus), Republik Latvia (1 kasus), Lithuania (1 kasus), Luxembourg (1 kasus), Monako (1 kasus), Makedonia Utara (1 kasus), Thailand (43 kasus, 1 kasus), India (5 kasus), Indonesia (2 kasus), Nepal (1 kasus), Sri Lanka (1 kasus), Iran (1.501 kasus, 66 kematian), Kuwait (56 kasus), Bahrain (49 kasus), Iraq (26 kasus), Uni Emirat Arab (21 kasus), Libanon (13 kasus), Qatar (7 kasus), Oman (6 kasus), Pakistan (5 kasus), Mesir (2 kasus), Afghanistan (1 kasus), Yordania (1 kasus), Maroko (1 kasus), Arab Saudi (1 kasus), Tunisia (1 kasus), Amerika Serikat (64 kasus, 2 kematian), Kanada (27 kasus), Ekuador (6 kasus), Meksiko (5 kasus), Brasil (2 kasus), Republik Dominika (1 kasus), Algeria (5 kasus), Nigeria (1 kasus), Senegal (1 kasus). Diantara kasus tersebut, sudah ada beberapa petugas kesehatan yang dilaporkan terinfeksi.

Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan droplet, tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID-19.

Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi adalah melalui cuci tangan secara teratur, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari kontak secara langsung dengan ternak dan hewan liar serta menghindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin. Selain itu, menerapkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) saat berada di fasilitas kesehatan terutama unit gawat darurat.

Nah Berdasarkan Latar belakang diatas sehingga direktorat jenderal pencegahan dan pengendalian penyakit terus memperbarui pedoman pencegahan dan pengendalian coronavirus deases (Covid-19), Yang mana pada tanggal 16 maret diterbitkan revisi ke 3 versi terbaru sesuai dengan perkembangan situasi global dan hasil kesepakatan pertemuan Review Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Coronavirus Disease (COVID-19) yang dilaksanakan pada 1 Maret 2020 dan 3 Maret 2020.

Adapun pembahasan didalamnya meliputi :
  • PENDAHULUAN
  • SURVEILANS DAN RESPON
  • MANAJEMEN KLINIS
  • PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
  • PENGELOLAAN SPESIMEN DAN KONFIRMASI LABORATORIUM
  • KOMUNIKASI RISIKO DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Melalui pedoman ini diharapkan mampu memberikan informasi terkait coronavirus, mulai dari pengertian, tanda dan gejala, penularan, pencegahan serta perjelanan penyakit nya hingga ketahapan terparah.

Untuk lebih jelas silahkan download pedoman pencegahan dan pengendalian coronavirus deases (Covid-19) di Indonesia Terbaru pdf, DISINI

Atau silahkan lihat melalui tampilan dibawah ini :

Akhir kata, Demikian informasi terkait pedoman pencegahan dan pengendalian coronavirus deases (covid-19) terbaru yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat dan terima kasih.

0 Response to "Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Deases Pdf Terbaru Revisi Ke 3"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel