SOP / Cara pencegahan dan perawatan dekubitus, Doc Dan Pdf
Berikut ini kami bagikan SOP / Cara pencegahan dan perawatan dekubitus. Bagi teman-teman yang mungkin membutuhkan kan kami sediakan juga file download dalam bentuk doc dan pdf.
Pencegahan dekubitus pada pasien dilakukan perawat atau dokter untuk membantu mencegah luka dekubitus pada pasien yang sedang dirawat dengan tujuan mencegah agar tidak terjadinya dekubitus.
Perawatan Dekubitus merupakan beberapa tretmen yang dilakukan perawat atau dokter untuk mencegah adanya perparahan terhadao dekubitus yang di serita.
Perawatan Dekubitus merupakan beberapa tretmen yang dilakukan perawat atau dokter untuk mencegah adanya perparahan terhadao dekubitus yang di serita.
Dalam pelaksanaannya, agar dapat selaras setiap rumah sakit atau instansi biasanya membuat sebuah standar operasional prosedur yang menjadi patokan setiap petugas kesehatan dalam melaukannya.
Download SOP / Cara Pencegahan Dan Perawatan pasien dekubitus Doc, Disini
PENGERTIAN
Pencegahan dan perawatan luka dekubitus yang diakibatkan oleh perawatan pasien dengan tirah baring lama
TUJUAN
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam pencegahan dan perawatan luka dekubitus.
PROSEDUR
Tahap Awal
1. Perawat mengucapkan salam dan melakukan identifikasi pasien
2. Perawat melakukan kebersihan tangan.
3. Perawat menjaga privasi pasien.
a. Pasien dengan imobilisasi
b. Pasien dengan keterbatasan aktivitas
c. Pasien dengan status nutrisi buruk
d. Kondisi kulit di bagian permukaan tulang yang menonjol
e. Tingkat kesadaran pasien apatis – koma
2. Perawat melakukan mobilisasi telentang, miring kanan dan kiri secara bergantian setiap 2-4 jam dengan posisi miring kira-kira 30 derajat.
3. Perawat menyokong daerah lutut dan siku pasien dengan bantal atau busa pada saat berbaring
4. Perawat mempertahankan posisi daerah kepala tidak terlalu tinggi yang dapat menyebabkan
terjadinya pergeseran kecuali ada pembatasan lain.
5. Perawat menjaga agar kulit pasien terhindar dari lembab
6. Perawat memasang matras khusus (udara/ air) yang dapat mengurangi tekanan pada area permukaan tulang yang menonjol.
7. Perawat mendokumentasikan intervensi pencegahan pada formulir catatan perkembangan terintegrasi.
2. Perawat menentukan derajat luka dekubitus:
a. Derajat 1 bila ada eritema atau kemerahan pada kulit setempat yang menetap, atau bila ditekan dengan jari eritema tidak berubah/tidak tampak putih.
b. Derajat 2 bila ada kerusakan pada epitel kulit yaitu lapisan epidermis atau dermis dan dapat ditandai dengan adanya luka lecet atau melepuh.
c. Derajat 3 bila kerusakan pada semua lapisan kulit atau sampai jaringan subkutan dan mengalami nekrosis tanpa kapasitas yang dalam
d. Derajat 4 bila ada kerusakan pada ketebalan kulit dan nekrosis hingga sampai ke jaringan otot bahkan tulang dengan kapasitas yang dalam
3. Perawat mempersiapkan peralatan untuk merawat luka sesuai SPO Perawatan Luka.
4. Perawat melakukan perawatan luka dekubitus:
a. Derajat 1 dengan menghindari masase dan tekanan pada area lesi, menggunakan balutan hidrokoloid atau film desing, bila tidak ada dapat menggunakan krim kulit untuk mempertahankan kulit tetap lembab dan melakukan perubahan posisi badan pasien.
b. Derajat 2 dengan tindakan sama dengan derajat 1 ditambah menggunakan balutan semipermeabel untuk mencegah kekeringan dan menjaga jaringan tetap baik atau menggunakan balutan yang sifatnya lembab atau basah, menjaga kebersihan, perlindungan dari inkonen, menghindari kondisi kering dan mencegah tekanan atau pergesekan
c. Derajat 3 bila terdapat nekrosis dapat dilakukan debridement dan membersihkan luka dengan NaCl 0.9%, mempertahankan luka dalam keadaan lembab bila sekeliling jaringan kering, mengiakan balutan hidrokoloid, hindari penekanan dan mengkaji faktor risiko, memberikan pengobatan antibiotik bila ada infeksi, menjaga kebersihan dan menghindari kering pada luka, manajemen eksudat dan mengurangi tekanan.
d. Derajat 4 sama dengan perawatan derajat 3 ditambah mengangkat eskar atau jaringan.
Tahap Akhir
8. Perawat merapikan peralatan dan pasien
9. Perawat melakukan kebersihan tangan.
10. Perawat mendokumentasikan tindakan dan respons pasien pada formulir catatan keperawatan.
UNIT TERKAIT
Pencegahan dan perawatan luka dekubitus yang diakibatkan oleh perawatan pasien dengan tirah baring lama
TUJUAN
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam pencegahan dan perawatan luka dekubitus.
PROSEDUR
Tahap Awal
1. Perawat mengucapkan salam dan melakukan identifikasi pasien
2. Perawat melakukan kebersihan tangan.
3. Perawat menjaga privasi pasien.
Prosedur Pencegahan Luka Dekubitus
1. Perawat melakukan pengkajian risiko dekubitus terutama pada;a. Pasien dengan imobilisasi
b. Pasien dengan keterbatasan aktivitas
c. Pasien dengan status nutrisi buruk
d. Kondisi kulit di bagian permukaan tulang yang menonjol
e. Tingkat kesadaran pasien apatis – koma
2. Perawat melakukan mobilisasi telentang, miring kanan dan kiri secara bergantian setiap 2-4 jam dengan posisi miring kira-kira 30 derajat.
3. Perawat menyokong daerah lutut dan siku pasien dengan bantal atau busa pada saat berbaring
4. Perawat mempertahankan posisi daerah kepala tidak terlalu tinggi yang dapat menyebabkan
terjadinya pergeseran kecuali ada pembatasan lain.
5. Perawat menjaga agar kulit pasien terhindar dari lembab
6. Perawat memasang matras khusus (udara/ air) yang dapat mengurangi tekanan pada area permukaan tulang yang menonjol.
7. Perawat mendokumentasikan intervensi pencegahan pada formulir catatan perkembangan terintegrasi.
Prosedur Perawatan Luka Dekubitus
1. Perawat melakukan pengkajian luka dekubitus:2. Perawat menentukan derajat luka dekubitus:
a. Derajat 1 bila ada eritema atau kemerahan pada kulit setempat yang menetap, atau bila ditekan dengan jari eritema tidak berubah/tidak tampak putih.
b. Derajat 2 bila ada kerusakan pada epitel kulit yaitu lapisan epidermis atau dermis dan dapat ditandai dengan adanya luka lecet atau melepuh.
c. Derajat 3 bila kerusakan pada semua lapisan kulit atau sampai jaringan subkutan dan mengalami nekrosis tanpa kapasitas yang dalam
d. Derajat 4 bila ada kerusakan pada ketebalan kulit dan nekrosis hingga sampai ke jaringan otot bahkan tulang dengan kapasitas yang dalam
3. Perawat mempersiapkan peralatan untuk merawat luka sesuai SPO Perawatan Luka.
4. Perawat melakukan perawatan luka dekubitus:
a. Derajat 1 dengan menghindari masase dan tekanan pada area lesi, menggunakan balutan hidrokoloid atau film desing, bila tidak ada dapat menggunakan krim kulit untuk mempertahankan kulit tetap lembab dan melakukan perubahan posisi badan pasien.
b. Derajat 2 dengan tindakan sama dengan derajat 1 ditambah menggunakan balutan semipermeabel untuk mencegah kekeringan dan menjaga jaringan tetap baik atau menggunakan balutan yang sifatnya lembab atau basah, menjaga kebersihan, perlindungan dari inkonen, menghindari kondisi kering dan mencegah tekanan atau pergesekan
c. Derajat 3 bila terdapat nekrosis dapat dilakukan debridement dan membersihkan luka dengan NaCl 0.9%, mempertahankan luka dalam keadaan lembab bila sekeliling jaringan kering, mengiakan balutan hidrokoloid, hindari penekanan dan mengkaji faktor risiko, memberikan pengobatan antibiotik bila ada infeksi, menjaga kebersihan dan menghindari kering pada luka, manajemen eksudat dan mengurangi tekanan.
d. Derajat 4 sama dengan perawatan derajat 3 ditambah mengangkat eskar atau jaringan.
Tahap Akhir
8. Perawat merapikan peralatan dan pasien
9. Perawat melakukan kebersihan tangan.
10. Perawat mendokumentasikan tindakan dan respons pasien pada formulir catatan keperawatan.
UNIT TERKAIT
- Unit Rawat Inap
- Unit Rawat Khusus ICU
- Instalasi Gawat Darurat
- SMF
Download SOP / Cara Pencegahan Dan Perawatan pasien dekubitus Doc, Disini
Download SOP / Cara Pencegahan Dan Perawatan pasien dekubitus pdf, Disini
Demikian INformasi SOP Pelaksanaan tindakan di rumah

0 Response to "SOP / Cara pencegahan dan perawatan dekubitus, Doc Dan Pdf"
Post a Comment