Fisioterapi Dada, Jenis, Indikasi Kontra, Dan Prosedur

Pasien yang mengalami penumpukan sekret atau dahak perlu dilakukan sebuah tindakan untuk mengeluarkannya. Salah satu metode yang bisa dilakukan adalah fisioterapi dada.

Fisioterapi dada adalah Sebuah tindakan yang dilakukan pada pasien yang mengalami retensi sekret (penumpukan dahak) dan gangguan oksigenasi yang membutuhkan bantuan untuk mengencerkan dan mengeluarkan sekret tersebut.

Fisioterapi Dada, Jenis, Indikasi Kontra, Dan Prosedur

Tujuan Fisioterapi Dada
  • Pasien dapat bernafas lega dan tubuh mendapatkan oksigen yang cukup
  • Mengembalikan dan memelihara otot-otot pernafasan
  • Membantu membersihkan sekret dari bronkus
  • Mencegah penumpukan sekret
  • meperbaiki pergerakan dan aliran sekret
  • Pencegahan dan pengobatan pada penyakit paru obstruktif menahun
Indikasi Dan Kontraindikasi.

Indikasi dan Kontraindikasi semua tindakan fisioterapi dada merupakan beberapa keadaan yang membutuhkan dan yang tidak dibolehkan dilakukan fisioterapi dada.

Indikasi fisioterapi dada apabila terdapat penumpukan sekret seperti pada beberapa pasien seperti terpasang ventilator, tirah baring lama, produksi sputum meningkat. yang dibuktikan dengan beberapa tindakan seperti pengkajian, rontgen dan data klinik.

Kontraindikasi fisioterapi dada, tindakan tidak boleh dilakukan pada beerapa tipe pasien berikut.
tension pneumothorak, gangguan sistem kardiovaskuler, edema paru dan efusi pleura luas.


Metode fisioterapi dada terbagi menjadi 3 macam dengan tehnik berbeda namun dengan tujuan yang sama yaitu agar dapat mengeluarkan sekret yang menumpuk.


Macam-Macam Tehnik Fisiotherapi dada

1. Postural Drainage

Postural Drainage merupakan salah satu metode untuk melepaskan sekresi dari berbagai segmen paru dengan menggunakan pengeruh gaya gravitasi. Postural drainage terdapat beberapa posisi dalam melakukannya, namun 11 posisi tersebut disesuaikan dengan kelainan paru-paru setiap pasien.Setiap posisi mengalirkan secret dari pohon trakheobronkhial ke dalam trachea.

Waktu yang terbaik untuk melakukan PD yaitu sekitar 1 jam sebelum sarapan pagi dan sekitar 1 jam sebelumtidur pada malam hari. Postural drainase dapat dilakukan untuk mencegah terkumpulnya sekret dalam saluran nafas tetapi juga mempercepat pengeluaran sekret sehingga tidak terjadi atelektasis.

Indikasi Klien Yang Mendapat Drainase Postural
  • Pasien yang memakai ventilasi 
  • Pasien yang melakukan tirah baring yang lama
  • Pasien yang produksi sputum meningkat seperti pada fibrosis kistik, bronkiektasis
  • Pasien dengan atelektasis yang disebabkan oleh secret
  • Pasien dengan abses paru
  • Pasien dengan pneumonia
  • Pasien pre dan post operatif
  • Pasien neurology dengan kelemahan umum dan gangguan menelan atau batuk

Kontra Indikasi Drainase Postural
  • Tension pneumothoraks
  • Hemoptisis
  • Gangguan system kardiovaskuler seperti hipotensi, hipertensi, infarkniokard, aritmia
  • Edema paru
  • Efusi pleura
  • Tekanan tinggi intrakranial
Persiapan Pasien Untuk Drainase Postural:
  • Longgarkan seluruh pakaian terutama daerah leher dan pnggang
  • Terangkan cara pelaksanaan kepada klien secara ringkas tetapi lengkap
  • Periksa nadi dan tekanan darah 
  • Periksa apakah pasien mempunyai refleks batuk atau memerlukan suction untuk
  • mengeluarkan secret.
Prosedur atau cara melakukan postural drainage
  • Taruh tangan di bagian dada atau punggung klien/pasien.
  • Minta klien/pasien menarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan melalui mulut secara perlahan.
  • Dekatkan telinga kita ke tubuh klien/pasien dan dengarkan asal bunyi lendir. Biasanya lendir yang mengumpul akan menimbulkan suara. Atau, rasakan getarannya.
  • Setelah letak lendir berhasil ditemukan, atur posisi klien/pasien :
  • Bila lendir berada di paru-paru bawah maka letak kepala harus lebih rendah dari dada agar lendir mengalir ke arah bronkhus utama. Atur posisi klien/pasien dalam keadaan tengkurap.
  • Bila posisi lendir di paru-paru bagian atas maka kepala harus lebih tinggi agar lendir mengalir ke cabang utama. Atur Posisi klien/pasien dalam keadaan telentang.
  • Bila lendir di bagian paru-paru samping/lateral, maka posisikan klien/pasien dengan miring ke samping, tangan lurus ke atas kepala dan kaki seperti memeluk guling.

2. Perkusi Dada

Perkusi dada adalah salah satu bentuk fisioterapi dada dilakukan dengan memberikan ketukan atau tepukan pada dada dengan tujuan melonggarkan atau melepaskan sekret yang tertahan.

Indikasi Klien Yang Mendapat Perkusi Dada
  • Perkusi secara rutin dilakukan pada pasien yang mendapat drainase postural, jadi semua indikasi drainase postural secara umum adalah indikasi perkusi.
Prosedur atau cara melakukan perkusi dada
  • Taruh tangan di bagian dada atau punggung klien/pasien.
  • Minta klien/pasien menarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan melalui mulut secara perlahan.
  • Dekatkan telinga kita ke tubuh klien/pasien dan dengarkan asal bunyi lendir. Biasanya lendir yang mengumpul akan menimbulkan suara. Atau, rasakan getarannya.
  • Setelah letak lendir berhasil ditemukan, atur posisi klien/pasien :
  • Bila lendir berada di paru-paru bawah maka letak kepala harus lebih rendah dari dada agar lendir mengalir ke arah bronkhus utama. Atur posisi klien/pasien dalam keadaan tengkurap.
  • Bila posisi lendir di paru-paru bagian atas maka kepala harus lebih tinggi agar lendir mengalir ke cabang utama. Atur Posisi klien/pasien dalam keadaan telentang.
  • Bila lendir di bagian paru-paru samping/lateral, maka posisikan klien/pasien dengan miring ke samping, tangan lurus ke atas kepala dan kaki seperti memeluk guling.


3. Vibrasi

Vibrasi merupakan kompresi dan getaran manual pada dinding dada dengan tujuan menggerakkan secret ke jalan napas yang besar. Teknik ini dapat meningkatkan turbulensi dan kecepatan ekshalasi udara, sehingga secret dapat bergerak.

Prosedur atau Cara Melakukan Vibrasi
  • Instuksikan klien/pasien untuk menghirup nafas dalam secara lambat melalui hidung dan mengeluarkannya melalui mulut.
  • Ratakan telapak tangan pada area dada yang mengalami penumpukan secret.
  • Dengan hati-hati lakukan vibrasi saatklien/pasien menghembuskan nafas.
  • Minta klien/pasien untuk batuk dan mengeluarkan sputum.
  • Setelah semua dilakukan kaji kembali kondisi klien/pasien.
  • Kembalikan ke posisi nomal dan berikan posisi yang nyaman.
  • Berikan keperawatan mulut, dan cuci tangan klien/pasien.
  • Cuci tangan dan dokumentasi hasil pengkajian status respiratori dan respon klien/pasien (jumlah secret dan warna).
Demikian Informasi terkait fisioterapi dada kami berikan, semoga bisa bermanfaat. Terima Kasih.

0 Response to "Fisioterapi Dada, Jenis, Indikasi Kontra, Dan Prosedur"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel